1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Pasien RSUD Banyuwangi tak perlu antre obat, cukup datang ke pos pangkalan Gojek

Kata Senior Vice Presiden Gojek, Ini merupakan sinergi pertama Gojek dengan pemerintah daerah.

Bupati Anas bersama Vice President Go-Jek Malikulkusno. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Rabu, 11 Oktober 2017 17:37

Merdeka.com, Banyuwangi - Masyarakat Kabupaten Banyuwangi saat ini tidak perlu lagi antre obat di apotek rumah sakit. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah memberikan layanan antar obat sampai ke rumah pasien dengan menggandeng jasa antar Gojek.

Dalam kerjasama ini, Gojek akan disediakan pos khusus di rumah sakit daerah. Usai berobat ke dokter, pasien atau keluarganya tidak perlu antre obat, cukup datang ke pos tersebut. Gojek kemudian akan mengantarkan obat ke rumah pasien yang sedang menjalani rawat jalan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, inovasi ini dilakukan untuk memudahkan pasien. Secara khusus juga memudahkan pasien yang berobat rutin ke rumah sakit. Dokter tinggal berkoordinasi dengan petugas layanan ini. Petugas pengantar dari Gojek telah dilatih cara membawa obat dan aspek dasar lainnya.

"Ini semacam paket lengkap, warga miskin berobatnya sudah dibiayai pemerintah, obatnya diantarkan sampai rumah. Awalnya kasihan, sudah sakit, masih harus menunggu obat disiapkan apoteker. Daripada menunggu obat, lebih baik langsung pulang untuk istirahat, nanti obatnya diantar," ujar Anas usai MoU dengan Gojek Indonesia di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa malam (10/10).

Anas melanjutkan, mengapa Pemkab Banyuwangi memilih Gojek untuk layanan ini, sebab eranya sudah serba digital dan perkembangan teknologi semakin cepat. Kondisi tersebut membuat Pemkab Banyuwangi juga harus memanfaatkan.

"Kalau jalan sendiri, ujungnya proyek pengadaan armada kendaraan, masih harus ada biaya perbaikan, honor, maka tidak efisien. Teknologi tak bisa dilawan, tapi dimanfaatkan untuk memudahkan," ujar Anas.

Mulanya, proses sinergi ini cukup memakan waktu karena banyak regulasi apoteker yang harus diperhatikan. Sebab obat merupakan barang yang diatur ketat.

"Kami harus konsultasi ke sana ke mari, ke Kementerian Kesehatan, ke apoteker, dalam dua bulan ini. Tapi karena ini tujuan utamanya inovasi memudahkan warga, proses agak rumit ini kita nikmati dengan gembira," terangnya.

Pada pertengahan September lalu, Anas juga meluncurkan program layanan antar obat 'Gancang Aron' (Lekas Sembuh) di RSUD Blambangan. Namun, jangkauan layanannya masih terbatas di sekitar area rumah sakit. Dengan sinergi bersama Gojek, jangkauan layanan diperluas.

Sementara itu, Senior Vice President Go-Jek, Malikulkusno Wijoyo Adhi mengatakan, ini adalah sinergi pertama Gojek dengan pemerintah daerah.

"Kami ingin bawa ini ke nasional, bisa diterapkan di daerah lainnya untuk memberi kemudahan ke warga. Dan obat tersebut bisa diantarkan ke rumah pasien dengan aman dan cepat," ujar Malik.

(MT/MUA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA