1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Table top Banyuwangi ditargetkan transaksi paket wisata senilai Rp 2 miliar

"Wisata Banyuwangi ini luar biasa dibandingkan daerah lain. Kami berharap menjadi salah satu ikon wisata Jawa Timur".

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. ©2018 Merdeka.com Editor : Endang Saputra | Rabu, 21 Februari 2018 11:50

Merdeka.com, Banyuwangi - Komunitas Osing Travel Mart (OTM) menggelar acara table top atau jual-beli paket wisata di ballroom Hotel Ketapang Indah Banyuwangi, hari Rabu (21/2) ini.

Dari bertemunya pengelola tempat wisata sebagai penjual atau seller dan agen wisata dan travel sebagai pembeli atau buyer itu ditargetkan menghasilkan transaksi minimal Rp 2 miliar.

Ketua OTM Nasrun Afandi mengatakan, jumlah seller ataupun buyer yang mengikuti acara ini lebih dari target yang telah ditentukan. Seller yang datang 107 seller wisata melayani transaksi wisata dengan 214 buyer dari berbagai provinsi dan kota besar di Indonesia. Bahkan 7 orang merupakan agen wisata dari luar negeri seperti India, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina hingga Singapura.

"Kita lihat geliat wisata Banyuwangi ini luar biasa dibandingkan daerah lain. Kami berharap menjadi salah satu ikon wisata Jawa Timur. Kita juga berharap OTM ini membuat Jawa Timur semakin dikenal juga," kata Nasrun.

Sementara itu Ramesh Sutaria dari Splendid Tour & Travels yang berlokasi di Distrik Vadodara, Provinsi Gujarat, India mengatakan sangat menikmati suasana Banyuwangi yang nyaman. Alam, keramahan dan budaya warga Banyuwangi dikatakannya sangat membuatnya senang.

"Permasalahan utama wisatawan India adalah tentang makanan. Mereka tidak makan daging sapi, telur, daging babi, 50 sampai 60 persen masyarakat India vegetarian," kata Ramesh.

Dia mengatakan Banyuwangi harus promosi lebih besar agar semakin banyak wisatawan internasional yang datang. Pasalnya alam yang indah dan even festival yang digelar dia katakan sangat bagus.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pembangunan pariwisata di Banyuwangi melibatkan masyarakat. Sehingga masyarakat dan pemerintah bergotong-royong menjaga kebersihan, tata ruang dan kenyamanan lingkungan.

"Misalnya dalam acara International Tour de Banyuwangi Ijen, masyarakat tertib sehingga pebalap sepeda bebas melaju di jalan di kampung-kampung," kata Anas.

Dia berharap table top kali ini akan mendatangkan lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan pelaku wisata lokal, usaha kuliner atau produsen oleh-oleh di kalangan masyarakat.

 

(ES) Laporan: Ahmad Suudi
  1. Wisata Pantai
  2. Pariwisata
  3. Abdullah Azwar Anas
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA