1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Banyuwangi Agro Expo, sulap sawah jadi lahan pameran produk pertanian

Expo yang mengangkat tema 'Kampung Wong Tani' itu, digelar selama seminggu, 14 - 21 Juli.

pameran produk pertanian. ©2018 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Minggu, 15 Juli 2018 10:13

Merdeka.com, Banyuwangi - Banyuwangi Agro Expo 2018 yang mulai dibuka pada hari Sabtu (14/7) langsung dibanjiri pengunjung. Agro ini berhasil menarik minat pengunjung karena mengambil lokasi langsung di areal sawah. Para pengunjung pun penasaran ingin melihat sekaligus berkonsultasi masalah pertanian.

Antrian pengunjung terlihat hingga di luar arena mulai dari siang hingga malam hari. Salah satu pengunjung bernama Mahrus yang berasal dari Kabat, mengaku datang ke arena Sabtu pagi tadi. Namun karena masih belum dibuka, ia akhirnya pulang lebih dulu dan kembali malam harinya. Pria yang mengaku sebagai petani itu, penasaran dengan berbagai inovasi pertanian yang kabarnya banyak disajikan di Banyuwangi Agro Expo tersebut.

"Ingin lihat-lihat produk pertanian. Dengar kabar katanya, banyak dipamerkan bibit buah yang unggul dan bisa dibeli. Sekalian nanya-nanya kalau ada yang baru," tuturnya.

Lain pula dengan Fitriyah. Perempuan yang datang bersama kawan-kawannya tersebut, mengaku ingin melihat pameran yang didesain sangat cantik itu.

"Penataan tanamannya keren. Instagramable banget. Jadi pengen foto-foto. Saya datang dr sore tadi," akunya.

Expo yang mengangkat tema 'Kampung Wong Tani' itu, digelar selama seminggu, 14 - 21 Juli. Seperti halnya tahun lalu, konsep kali ini, Agro Expo dibuat sealami dan semenarik mungkin. Jika biasanya expo pertanian hanya memindahkan tanaman yang ada dalam sebuah media ke tempat tertentu, di Banyuwangi Agro Expo dibuat berbeda.

"Beberapa bulan terakhir kita sengaja menanam langsung semua jenis tanaman yang akan dipamerkan. Sehingga semuanya alami dan menarik. Jadi kita bikin semacam laboratorium alam," ungkap Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan, Sabtu (14/7) malam.

Banyuwangi Agro Expo dalam dua tahun terakhir memang sengaja digelar di areal persawahan yang berada di tengah kota. Yakni, di bilangan Jalan Brawijaya, tepatnya di depan Kantor Samsat Banyuwangi. Dengan menggunakan media sawah secara langsung, produk yang dipamerkan bisa ditanam di tempat secara langsung.

Untuk tahun ini, ada beragam jenis padi, sayuran dan buah jenis berbuah cepat yang ditanam secara langsung. Salah satu spot yang menjadi sasaran foto adalah padi yang berdaun hitam dan hijau. Kedua jenis padi itu, ditanam dalam satu petak menyerupai papan catur.

Selain itu, berbagai buah eksotis Banyuwangi juga turut dipamerkan dalam expo tersebut. Mulai dari durian merah, nangka merah dan semangka merah dan kuning non biji yang berukuran mini. Semangka ini, didesain untuk muat jika dimasukkan ke dalam lemari es.

Adapula jenis buah lainnya. Mulai dari 5 jenis melon, 2 jenis manga, 5 jenis jeruk, 12 jenis jambu air, 11 jenis durian, 2 jenis buah naga, 25 jenis pisang hingga 3 jenis kelapa turut dipamerkan. Setiap buah didisplay dengan karakternya masing-masing.

Dalam rangkaian Banyuwangi Agro Expo 2018 ini, juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan penunjang lainnya. Mulai bursa dan expo produk pertanian, lomba merangkai buah, kontes tanaman hias, kontes musang, bursa kopi, lomba poto instagram, kampanye konsumsi buah dan susu, agro edukasi, hingga pelayanan kesehatan hewan. Bahkan, Kementerian Pertanian juga ikut serta menggelar expo dalam acara tersebut.

(ES/ES)
  1. Pertanian
  2. Festival Banyuwangi 2018
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA