1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Banyuwangi jadi tempat lomba burung perkutut tingkat nasional

“Yang lomba kan burungnya. Jadi biarkan burungnya berlomba, pemiliknya juga tidak mau melewatkan kesempatan untuk berwisata," kata Zaenuri.

©2016 Merdeka.com Reporter : Muhammad Hasits | Senin, 07 November 2016 12:03

Merdeka.com, Banyuwangi - Banyuwangi dipilih Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) jadi tuan rumah perlombaan burung perkutut Pahlawan Cup tingkat nasional tahun 2016.  Event yang ditunggu-tunggu para ‘kung mania’ – sebutan untuk penggemar burung berkicau – ini digelar di lapangan atletik GOR Tawang Alun, Banyuwangi, Minggu (6/11).

Ratusan burung perkutut dan para pemiliknya tampak memadati areal lapangan tersebut. Burung-burung yang berada di dalam kandang tersebut dipancangkan di tiang yang dipasang berderet-deret. Meski suasana cukup terik, para peserta  tetap terlihat  bersemangat.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat membuka event tersebut mengatakan, dipercayanya kabupaten berjuluk ‘The Sunrise of Java’ sebagai host lomba burung perkutut ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

“Saya tidak menyangka animo pecinta perkutut tingkat nasional untuk memilih Banyuwangi sebagai lokasi lomba tahun ini sangat tinggi sekali. Ini merupakan kehormatan bagi kami, meski dari sisi penyelenggaraannya di sana-sini masih banyak yang harus kami perbaiki. Sungguh pun begitu, kami siap jika di tahun-tahun mendatang Banyuwangi dipilih kembali jadi tuan rumah," ujar Anas yang sekaligus membuka acara tersebut dengan ditandai pelepasan beberapa perkutut ke udara.

Sementara itu, Ketua Umum P3SI Pusat, Mayjend (Purn) Zaenuri Hasyim mengungkapkan terselenggaranya lomba ini berkat masukan dan keinginan dari para pecinta burung berkicau yang ingin menggelar lombanya di Banyuwangi. P3SI khusus menunjuk Banyuwangi sebagai host lomba perkutut ini pasca melejitnya berbagai destinasi wisata andalan Banyuwangi dan berbagai event budaya di dalamnya. Sebagian besar peserta, ujar Zaenuri,  memilih Banyuwangi dengan  alasan  destinasi wisatanya bagus, begitu juga dengan kulinernya yang khas.

“Yang lomba kan burungnya. Jadi biarkan burungnya berlomba, pemiliknya juga tidak mau melewatkan kesempatan untuk berwisata. Makanya tak heran jika beberapa hari sebelum lomba, kami sudah di sini,” seloroh Zaenuri sambil menyebutkan beberapa tempat yang sudah dikunjungi peserta sebelum lomba dimulai. Yakni Pulau Merah, Kawah Ijen, mengikuti Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Adat Kemiren, dan menikmati kuliner khas Banyuwangi seperti sego cawuk, sego tempong dan rujak soto.

(MH/MH)
  1. Event
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA