1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Festival Kalilo Banyuwangi sajikan bermacam variasi olahan tahu tempe

Bupati Anas menyampaikan terimakasih karena festival ini lahir dari hasil gotong royong masyarakat.

Festival Kalilo Tahu Tempe di Kelurahan Pengantigan. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Jum'at, 09 Februari 2018 18:10

Merdeka.com, Banyuwangi - Biasanya masakan dengan bahan tahu dan tempe akan membosankan. Maka cobalah Anda berkreasi dengan bahan masakan ini, meski hanya tahu dan tempe Anda bisa membuat masakan yang enak, lezat dan disukai keluarga. Kuliner tradisional tersebut yang bisa disajikan dengan cara digoreng, kali ini ditampilkan dengan berbagai macam variasi. Ada yang diolah menjadi es, puding, hingga sate.

Bila ingin menikmati berbagai sajian kuliner berbahan tahu dan tempe, bisa mampir dalam pagelaran Festival Kalilo Tahu Tempe di Kelurahan Pengantigan, Kabupaten Banyuwangi. Berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 9-13 Februari 2018.

Sepanjang jalan Kalilo, pengunjung bisa memilih sajian berbahan tahu dan tempe. Masyarakat berlomba-lomba membuat kuliner inovatif terbaru. Seperti salah satu peserta, Legi (45) membuat es campur yang terbuat dari campuran tahu. Ada tahu dicampur dengan jagung manis dan tahu yang dicampur nata de coco.

"Biar enggak dominan rasa tahu, diperas saja. Karena airnya yang ada zat asamnya," ujar Legi, saat ditemui di stand-nya, Jumat (9/2).

Tidak hanya itu, Legi juga menjual kuliner sate tempe, tempe kembar dan tahu isi nasi goreng.
Sate tempe dibumbu seperti daging, rasanya, tidak kalah dan sehat tanpa kolesterol. Sementara tempe kembar, dia menjual nilai kreatif dengan mengisi bagian tengah tempe dengan daging, kemudian diiris persegi sama atau kembar.

"Kalau tahu ini di dalamnya saya kasih nasi goreng. Jadi waktu makan sudah lengkap, ada protein dan karbohidrat. Nanti kalau cocok dijual," ujar Ibu rumahtangga ini.

Sajian unik lain, diberikan oleh Pras (30), dari hasil belajar melalui instagram dan youtube, dia membuat puding dan brownis dengan bahan dasar tempe.

"Saya sering buka instagram dan youtube belajar sejak SMA sampai lulus, mau sekolah koki namun mahal. Tetapi sekarang senang, hasil saya bisa diapresiasi lewat festival," terangnya.

Kelurahan Pengantigan dikenal sebagai sentra produksi tahu dan tempe sejak tahun 1960-an. Hingga saat ini, warga masih membuat dengan cara tradisional.

"Semoga dengan adanya festival ini para pengusaha tahu dan tempe bisa semakin meningkatkan nilai jualnya," ujar Nanang Lukman Hakim, Ketua Panitia Festival Tahu-Tempe.

Dalam event ini, masyarakat akan menyajikan aneka olahan tahu dan tempe seperti kripik tempe, kerupuk tahu, brownies tahu, peyek tempe, tempe mendoan, stik tempe, cookies tempe, surabi tahu, sate tempe, pepes tahu, dan berger tempe.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menyampaikan terimakasih karena festival ini lahir dari hasil gotong royong masyarakat.

"Ini salah satu festival yang berangkat dari tradisi masyarakatnya. Dari 77 festival, Pemda tidak akan sanggup bila diadakan tanpa keterlibatan gotong royong masyarakat," katanya.

(ES/MUA)
  1. Pariwisata
  2. Abdullah Azwar Anas
  3. kuliner
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA