1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Juangga Selamat berhasil raih Best Indonesian Rider etape pertama ITdBI 2018

"Sudah empat kali ikut ITdBI, dan baru kali ini juara. saya mengontrol Saint Goerge. sempat attack dengan Marcus di kilometer 40 buat besok".

Juangga Selamat. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Kamis, 27 September 2018 10:11

Merdeka.com, Banyuwangi - Rider yang memperkuat KFC Cycling Team Indonesia, Juangga Selamat, berhasil meraih posisi pertama dalam kategori Best Indonesian Rider pada etape pertama ajang International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018. Pada etape pertama, Juangga berhasil mencapai garis finish dengan catatan waktu 03 jam 47 menit 40 detik.

Menyusul pada urutan kedua, Muh Imam Arifin yang juga memperkuat KFC Cycling Team dengan selisih waktu 1 menit 8 detik. Sementara di urutan ketiga dari PGN Road Cycling Team Indonesia, Hibatullah Jamal dengan selisih waktu 7 detik dengan Imam.

Usai meraih juara kategori Best Indonesia Rider, Juangga sempat melakukan serangan dengan peraih juara etape pertama, Marcus Culey dari Saint Goerge Continental Cycling Team asal Australia saat di kilometer 40 dari garis start.

"Sudah empat kali ikut ITdBI, dan baru kali ini juara. saya mengontrol Saint Goerge. sempat attack dengan Marcus di kilometer 40 buat besok mungkin saya istirahat dulu," kata Juangga, usai menyelesaikan di garis finis etape pertama, Rabu (26/9).

Pada etape pertama, para rider menempuh jarak 153,1 kilometer dari Kantor Pemkab Banyuwangi hingga di garis finis Rowobayu, Kecamatan Songgon. Kali ini, Juangga mengaku sempat mengalami kesulitan dengan kondisi jalan yang menantang dan cuaca panas.

"Cuacanya yang panas, jalan kecil dan berliku jadi tantangan sendiri, juga geronjal. Di awal melakukan attack, sempat pusing, mual," terangnya. Namun dia bangga bisa menuntaskan keinginannya menjadi juara setelah empat kali mengikuti ajang ITdBI.

Sementara teman satu timnya di KFC Cycling Team yang turut berlaga seperti Soleh Abdul, Abdurrahman dan Agung Ali Sabhana sengaja mengatur strategi dengan menghemat energi untuk etape selanjutnya.

"Untuk mengamankan tim saya juga, karena di etape pertama jalannya curam. Teman satu tim saya yang lain, seperti Abdurrahman, Ali Sabhana, mereka safety untuk tenaga," terangnya.

Juangga berhasil mencuri serangan dan keluar dari rombongan besar rider saat berada di kilomenter 10 jelang menuju finis. "Di depan ada tiga orang, saya sendiri, bergantian melakukan serangan, sengaja melepaskan diri dari rombongan. 10 kilometer dari finish lepas rombongan besar," ujarnya.

Tim nasional pada ajang ITdBI diikuti oleh KFC Cycling Team, Acc Advan Customs Cycling Team, PGN Road Cycling Team dan tim asal Banyuwangi BRCC Road Cycling Team.

 

 

(ES/MUA)
  1. Olahraga
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA