1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Menteri Arief Yahya enjoy pulang kampung saat cuti lebaran

"Sekarang ada 5 kali penerbangan ke Jakarta, enaknya itu," kata Arief.

Manpar Arief Yahya di ruang VIP Bandara Banyuwangi. ©2018 Merdeka.com Editor : Endang Saputra | Senin, 11 Juni 2018 10:18

Merdeka.com, Banyuwangi - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku enjoy melakukan mudik lebaran ke Kabupatan Banyuwangi, Jawa Timur. Pasalnya dengan adanya penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi sebanyak 5 kali per hari dari 3 maskapai penerbangan dia tidak perlu khawatir bila ada agenda mendadak di Jakarta.

Meski mendapatkan cuti lebaran, sebelumnya dia enggan mudik karena khawatir bila tiba-tiba dipanggil Presiden Joko Widodo. Padahal penerbangan langsung ke Jakarta dulu belum ada, dan bila ambil perjalanan darat akan memakan waktu terlalu lama.

Maka pada masa cuti lebaran pada 11-20 Juni 2018 ini dia manfaatkan untuk pulang kampung ke Banyuwangi. Saat ditemui di Bandara Banyuwangi, Arief bersama isterinya Poni Iravati dalam melakukan perjalanan mudik itu.

"Sekarang ada 5 kali penerbangan ke Jakarta, enaknya itu. Kalau dulu takut banget saya ke Banyuwangi, kalau dipanggil pulang ke Jakarta enggak bisa, kalau sekarang bisa," katanya, Minggu (10/6).

Mantan Direktur Utama PT Telekom ini dijadwalkan mengikuti acara Barong Ider Bumi di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaen Banyuwangi pada H+1, Sabtu (16/6). Selanjutnya dia juga berencana mengikuti acara diaspora, yakni pertemuan dengan para perantau yang sedang pulang kampung, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, H+2 atau hari Minggu (17/6).

Bandara Banyuwangi sendiri mulai beroperasi sejak tahun 2010 dengan dukungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penerbangan langsung ke Jakarta dilakukan pertama kali oleh maskapai penerbangan NAM Air pada bulan Juni 2017. Berturut kemudian Garuda Indonesia dan Citilink turut melayani rute yang sama.

Kemudian pada Desember 2017, pengelolaan bandara dialihkan dari Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub ke PT Angkasa Pura (AP) II. Dana investasi Rp 400 miliar kemudian digelontorkan AP II untuk mengembangkan bandara kebanggaan warga Bumi Blambangan itu.

Kini tengah diupayakan pembukaan rute penerbangan langsung Bali-Banyuwangi untuk mempercepat akses wisatawan mancanegara ke Banyuwangi. Ditargetkan Juli 2018 penerbangan di rute ini, yang lagi-lagi diawali maskapai NAM Air, akan terlaksana.

"Saya tahu di Bali itu, untuk (jenis pesawat) ATR atau semacamnya agak dikurangi. Tetapi kan ini ada misi khusus agar peserta World Bank bisa berkunjung ke Banyuwangi. Saya harap temen-temen di Kemenhub bisa menyediakan slot waktu di Denpasar," kata Arief.

Bandara Banyuwangi sendiri diupayakan bisa menjadi bandara internasional pada tahun 2019 kelak. Sementara ini, pembangunannya difokuskan untuk menjadi bandara penyangga Bali, terutama saat gelaran Annual Meeting World Bank – IMF Oktober 2018, dengan menyediakan lahan parkir pesawat seluas 20 ribu meter persegi.

Pengembangan yang ditargetkan selesai akhir tahun 2018 ini juga akan menghasilkan penambahan luas runway dari panjang 2.250 meter dan lebar 30 meter menjadi panjang 2.600 meter dengan lebar 45 meter. Kekuatan menahan beban runway Bandara Banyuwangi juga ditingkatkan menjadi 56 PCN.

 

(ES) Laporan: Ahmad Suudi
  1. Mudik Lebaran 2018
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA