1. BANYUWANGI
  2. SENI DAN BUDAYA

Warga Gintangan sulap bambu jadi kostum karnaval yang unik

Di tangan mereka, bambu dapat dikreasikan menjadi sebuah karya fashion yang menarik.

Peserta mengenakan kostum menyerupai burung merak yang terbuat dari bambu. ©2016 Merdeka.com Editor : Farah Fuadona | Sabtu, 13 Mei 2017 12:07

Merdeka.com, Banyuwangi - Puluhan warga mengenakan kostum berbahan dasar bambu tampil di sepanjang jalan area Festival Bambu di Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (13/5). kostum berbahan bambu ini, dikenakan dan dibuat oleh warga Gintangan yang terkenal sebagai pusat kerajinan bambu di Banyuwangi. Kegiatan fashion show menggunakan kostum dari bambu berlangsung mulai pukul 08.00 WIB.

Acara dimulai dengan tari Jejer Gandrung dengan memakai omprok berbahan bambu. Baru kemudian penampilan Barong Kumbo atau rajanya barong asal Rogojampi.

Sepanjang jalan 1 kilometer di Desa Gintangan, kemudian dimeriahkan dengan lenggak-lenggok anak-anak SD sampai dewasa mengenakan busana dari bahan bambu. Sebagian besar desain-desain busana dari bambu dibuat memiliki sayap. Ada juga potongan bambu kecil-kecil yang dirangkai menjadi rok.

Peserta mempresentasikan seorang kesatria dalam kostum bambu yang ia kenakan
© 2017 merdeka.com/Muhamad Ulil Albab

Kepala Desa Gintangan, Rusdianah mengatakan para peserta terdiri diikuti oleh masyarakat Gintangan sendiri. "Jumlahnya ada 66 peserta. Mulai dari desain sama pemainnya dari warga Gintangan sendiri," ujarnya di sela kegiatan Festival Bambu.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dalam sambutannya mengatakan, melalui Festival Bambu harapannya bisa lebih menguatkan perekonomian di Desa Gintangan Yang sudah menjadi sentra kerajinan bambu selama puluhan tahun.

"Dengan kerajinan bambu sehingga bisa mengangkat ekonomi masyarakat Gintangan. Sebab UMKM ini dapat mengangkat perkenomian lebih maju seperti di Jepang," katanya.

(FF)
  1. Industri kreatif
  2. Festival Banyuwangi
  3. Unik
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA