1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Penambang pakai troli angkut wisatawan ke Ijen, tarifnya Rp 1 juta

Banyak wisatawan memanfaatkan jasa penambang untuk naik ke Gunung Ijen.

©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Selasa, 29 November 2016 15:44

Merdeka.com, Banyuwangi - Penambang belerang di Gunung Ijen, sudah dua tahun ini punya cara baru untuk mengangkut hasil tambang belerang turun ke bawah. Selain lebih efektif dan meringkan beban kerja, troli juga menjadi alat angkut untuk jasa ojek naik Gunung Ijen. Penambang bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Setiap hari, mulai pukul 03.00 WIB puluhan hingga ratusan penambang belerang, sudah mulai mendaki Gunung Ijen dengan ketinggian 2.443 Mdpl. Selain menjadi sumber tambang belerang, di Gunung Ijen, juga merupakan destinasi wisata alam yang memiiki banyak spot cantik.

Dari puncak Ijen, selain bisa menikmati blue fire, wisatawan juga akan melihat banyak pemandangan lain saat matahari sudah mulai terbit. Kota Banyuwangi, akan terlihat dari atas Gunung Ijen, terutama saat cuaca sedang cerah dan tidak terlalu berkabut. Belum lagi, birunya kawah Ijen, juga jadi obat penuntas rasa lelah selama mendaki.

Para wisatawan yang mendaki Gunung Ijen, dipastikan akan berjumpa dengan penambang yang naik turun mencari dan mengangkut belerang. Saat penambang turun ke kawah untuk mengambil belerang, ada yang menggunakan masker, dan kain yang dibasahi, agar tidak menghirup asap. Belerang tersebut kemudian diangkut menggunakan keranjang sampai di atas tepi kawah.

Bila sudah terkumpul antara empat sampai enam keranjang, belerang tersebut dimasukkan ke dalam karung untuk kemudian diangkut ke bawah menggunakan troli. "Pakai troli ini sudah dua tahunan ini. Kalau dulu, mulai ambil belerang sampai turun gunung ya dipanggul pakai keranjang itu," ujar Madikan (49), salah satu penambang belerang kepada Merdeka Banyuwangi beberap waktu lalu.

Masing-masing troli, sudah mampu mengangkut belerang sampai 300 Kg. Berbeda dengan cara manual, tiap angkutan, berisi dua keranjang yang dipanggul dengan kayu. Dengan berat tiap angkutan rata-rata antara 60-70 Kg. Ada yang sampai 90 Kg.
"Nanti kalau sudah dinaikkan ke troli, beratnya bisa muat 300 Kg," ujarnya.

Madikan sudah menjadi penambang belerang sejak tahun 1987. Inovasi alat angkut belerang baru menggunakan troli, bisa menambah penghasilan dengan menawarkan jasa ojek kepada wisatawan. Baik yang akan mendaki maupun turun gunung.

Setiap wisatawan yang berpapasan dengan para penambang, dengan keadaan troli sudah tidak berisi belerang bisa dipastikan akan menawari jasa ojek.

Harga ojek troli untuk mendaki ijen, per orangnya dihargai Rp 600-700 ribu. Caranya, setelah wisatawan sudah berbaring di atas troli, ada dua penambang yang mengikatkan perutnya dengan tambang untuk menarik troli dari depan. Kemudian satu orang lagi yang kebagian mendorong troli.

"Totalnya ada tiga orang. Satu orang dorong, dua orang di depan narik.  Kalau turun cukup satu orang saja," jelasnya.

Harga Rp 600 sampai Rp 700 ribu, kata Madikan khusus buat wisatawan dalam negeri. Untuk wistawan mancanegara dihargai Rp 1 juta.

"Itu kalau harga saat mendaki. Kalau turun dari atas sampai ke Paltuding (tempat parkir) harganya Rp 200-an ribu saja," jelasnya.

Masing-masing troli terlihat sudah dimodifikasi dengan tromol rem motor. Sehingga bisa digunakan untuk mengerem dengan standar muatan troli, terutama saat melakukan perjalanan turun gunung.

Harga belerang yang masih dihargai Rp 1.000 per killogram-nya, membuat penambang tidak kehabisan akal untuk menambah pendapatan. Selain menawarkan jasa ojek untuk naik dan turun gunung menggunaka troli, para penambang ini juga membuat kerajinan dari belerang.

"Ini nyetaknya langsung dari kawah. Jadi nambang sambil bawa cetakan belerang," ujar salah satu pedagang kerajinan belerang, Suladi. Dia menjelaskan, di bagian kawah Ijen, tempat menambang, terdapat pipa yang mengalirkan cairan belerang.
Dari situ, beberapa cetakan souvenir seperti aneka bentuk hewan, diisi cairan belerang. Hasilnya, bisa meningkatkan harga jual.

"Ini harganya antara Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu," jelasnya.

(MH/MUA)
  1. Wisata Alam
  2. Wisata Gunung Ijen
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA