1. BANYUWANGI
  2. LAPAK

Takjil mbak Nanik yang selalu dikerubuti pembeli sejak Tahun 1980-an

"Saya jualan dari harga Rp 500, Rp 1.000, Rp 1.500, Rp 2.000 sampai sekarang Rp 4.000-an," kata Nanik.

Takjil Mbak Nanik. ©2016 Merdeka.com Reporter : Suci Rachmaningtyas | Rabu, 08 Juni 2016 10:34

Merdeka.com, Banyuwangi - Takjil atau yang lebih dikenal sebagai makanan berbuka puasa mulai dijual di berbagai pelosok daerah. Salah satu stan yang ramai diserbu pengunjung berada di Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Takjil Ramadan ibu Nanik seolah menjadi luberan gula yang dikerubungi semut. Bagaimana tidak, dari jam 15.00 hingga 17.00 WIB saja ratusan takjil di sana ludes diborong pembeli.

Nanik mengaku membuat takjil selepas subuh. Ia pun menyatakan telah membuka dagangan khas bulan Ramadan sejak tahun 1980-an.

"Saya jualan dari harga Rp 500, Rp 1.000, Rp 1.500, Rp 2.000 sampai sekarang Rp 4.000-an. Dulu masih jualan sendirian. Sampai sekarang sudah banyak yang meniru jualan juga," kata Nanik kepada Merdeka Banyuwangi, Selasa (7/6).

Rupa-rupa takjil milik Nanik seperti Kolak Campur, Bubur Ketan Hitam, Bubur Grendul, Bubur Sum-sum, Bubur Kacang Hijau, Petulo. Ragam penganan buka puasa tersebut hanya dipatok dari harga Rp 3.000-4.000.

Selain menjual menu takjil, lapak yang buka di Jalan KH Wahid Hasyim tersebut juga menjual aneka makanan siap santap. Seperti ayam kampung pedas yang dibanderol dengan harga Rp 15.000, hingga ragam janganan sayur dan lauk-pauk lainnya.

"Ya sering beli takjil di sini karena udah langganan dari dulu ya. Rasanya enak dan engga pernah berubah," ujar Ibu Indra yang membeli Kolak Campur.

(MT/SR)
  1. kuliner
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA