1. BANYUWANGI
  2. GAYA HIDUP

TK Paud Cerdas Inklusi latih ibu-ibu olah sampah jadi kerajinan

Rotary Club memberi pelatihan membuat beragam kerajinan dari segala limbah rumah tangga mulai dari plastik, kertas, limbah kulit telur.

Ibu-ibu olah sampah jadi kerajinan bernilai ekonomis. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Rabu, 10 Mei 2017 13:57

Merdeka.com, Banyuwangi - Pendidikan inklusi TK Paud Cerdas di Jalan Kolonel Sugiono 17, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi memberi ruang pelatihan bagi ibu-ibu untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi kerajinan yang bernilai jual.

Fatmawati, pendiri TK Paud Cerdas mengatakan, idenya bermula dari ibu-ibu yang setiap hari mengantar dan menunggu anaknya. Agar bisa memanfaatkan waktu luang sambil menunggu anaknya belajar sambil membuat kerajinan.

"Di sini kan banyak anak berkebutuhan khusus. Mereka banyak butuh biaya seperti terapi kesehatannya. Sedangkan rata-rata ekonomi orangtuanya menengah ke bawah. Jadi sambil menunggu anaknya di sekolah bisa buat kerajinan," katanya kepada Merdeka Banyuwangi Rabu (10/5).

Fatmawati mengundang salah satu anggota komunitas Rotary Club asal Bandung. Rotary Club merupakan organisasi sosial yang memiliki anggota tersebar dari 162 negara dengan 32 ribu klub.

"Mereka datang dengan sukarela untuk memberi pelatihan. Melatih keterampilan dari sampah di sekitar kita. Dari sesuatu yang tidak butuh modal, jadi barang yang laku," ujarnya.

Usai diberi pelatihan, ibu-ibu wali murid ini akan dibuatkan UMKM dan dibantu oleh Rotary Club untuk pemasaran kerajinan.

Pendidikan Inklusi TK Paud Cerdas memiliki 160 siswa dengan 44 anak disabilitas berkebutuhan khusus. Saat ini sudah ada 20 ibu-ibu yang diberi pelatihan intensif untuk menjadi pioner ke orangtua siswa lainnya. "Ini yang akan mengajari terus, ada 20 orang," katanya.

Kerajinan tangan hasil karya ibu-ibu waki murid di TK Paud Cerdas
© 2017 merdeka.com/Mohammad Ulil Albab

Rotary Club memberi pelatihan membuat beragam kerajinan dari segala limbah rumah tangga mulai dari plastik, kertas, limbah kulit telur dan sebagainya. Hasilnya bisa dibentuk menjadi kerajinan topi, tempat bumbu, tas, dompet, cangkir dan beragam jenis aksesoris.

"Intinya agar meminimalisir pembuangan sampah rumah tangga yang bernilai ekonomi," Endang Paminto (68), anggota Rotary Club Bandung yang memberi pelatihan.

Di Bandung, kata Endang, sudah ada 8 club dengan anggota puluhan dari masing-masing klub. Mengenai pemasaran, mulanya bisa bekerjasama dengan ibu-ibu PKK. Kerajinan bahan-bahan limbah rumah tangga, ada yang laku hingga Rp 250 ribu. Sehingg, sampah tidak sampai terbuang ke tempat pembuangan sampah.

"Pertama harus memilah jenis sampahnya dulu. Nanti bisa dibuat beragam kerajinan, yang penting tidak beli bahannya. Sekaligus membantu pemerintah soal problem sampah. Ya ini solusinya, sampah tidak boleh keluar ke rumah. Agar TPS tidak penuh," ujar Ibu yang sudah aktif di Rotary Club selama 26 tahun ini.

Ibu-ibu di TK Paud Cerdas, sudah memberi pelatihan Ibu-ibu membuat kerajinan dasar seperti tempat bumbu, rak dari botol mineral dan cangkir.

(FF/MUA)
  1. Industri kreatif
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA