1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Banyuwangi mendapat empat penghargaan dari Gubernur Jatim

Empat penghargaan sekaligus yang diperoleh Banyuwangi, diantaranya kategori kabupaten terbaik dalam kinerja pencapaian PIN Polio 2016.

Bupati Anas. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Sabtu, 15 Oktober 2016 11:33

Merdeka.com, Banyuwangi - Banyuwangi kembali mendapat penghargaan. Kali ini langsung mendapat empat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo, pada Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-71.

Empat penghargaan sekaligus yang diperoleh Banyuwangi, diantaranya kategori kabupaten terbaik dalam kinerja pencapaian PIN Polio 2016. Kemudian inovasi pujasera dan pengguna jamban sehat rakyat aman yang diraih Puskesmas Tampo.

Penghargaan ketiga berupa Forum Kabupaten Sehat Lolos Tatanan Verifikasi Penilaian Kabupaten/ Kota Sehat Tingkat Provinsi Jatim 2016. Kemudian Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, sebagai desa terbaik kategori madya bidang inovatif lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Tingkat Provinsi Jatim Tahun 2016.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, saat upacara HUT Provinsi Jatim 71 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu(12/10).

"Penghargaan adalah kebanggaan bagi kami. Ini bukti nyata kerja keras seluruh masyarakat Banyuwangi yang terus ikut mendorong kemajuan Banyuwangi hingga seperti sekarang ini," ujar Wabup Yusuf.

Yusuf menjelaskan, penghargaan imunisasi polio terbaik se-Jatim karena cakupan pemberian imunisasi polio saat pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Banyuwangi mencapai 98,87 persen dari total sasaran.

"Banyuwangi meraih nilai tertinggi pada semua aspek penilaian, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring evaluasi (monev), hingga pelaporan kegiatannya," ujarnya.

Untuk program Pujasera, lanjut Wabup, inovasi ini telah berhasil masuk ke dalam TOP 35 Inovasi Layanan Publik oleh tim penilai Kementerian Pendagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan- RB).

"Lewat program itu, masyarakat diedukasi untuk tidak buang air besar sembarangan, namun menggunakan jamban. Meskipun awalnya sulit, setelah program ini berjalan, warga yang BAB sembarangan telah banyak berkurang," kata Wabup.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Widji Lestariono, mengatakan program pujasera merupakan inovasi Pemkab Banyuwangi untuk mewujudkan masyarakat bebas Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat atau Open Defecation Free/ODF.

"Sejak diluncurkan tahun 2014 hingga saat ini, sudah terwujud 2 desa ODF. Jumlah kepemilikan jamban juga sudah menjadi 5.025 keluarga atau meningkat 386 persen dari sebelumnya yang hanya 1.034 warga," ujarnya.

Selain itu, tentang penghargaan kota sehat, Banyuwangi pada 2015 juga mendapat penghargaan Swastisaba Kabupaten Sehat dari Kementerian Kesehatan.

"Arti kota sehat, Banyuwangi telah memberikan banyak kontribusi dan komitmen besar terhadap tujuan pembangunan kesehatan. Dalam penerapan kota sehat, Banyuwangi telah lolos verifikasi empat tatanan. Yakni tatanan kawasan pemukiman sarana dan prasarana umum sehat serta tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri. Kawasan pariwisata dan sasaran lalu lintas tertib dan tatanan transportasi sehat," ujarnya.

(MT/MUA)
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA